Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerpen islami

JUBAH MULIA UNTUK AYAH

Tidakkah cita-cita ku ini terdengar mulia ayah? Ketika setiap orang tua begitu mendambakan nya, sementara ayah? Tidakkah ayah menginginkannya juga? Ah..kata-kata ini tercekat di kerongkongan tatkala ingin di utarakan, ya karena dikalahkan oleh buliran putih bergerombol yang dengan sekejap tumpah ruah membentuk anak-anak sungai. Mungkin karena memori salah menyampaikan pesan ke otak hingga apa yang dihasilkan tak sesuai dengan apa yang di perintahkan atau bisa jadi ada elemen lain yang menolak kata-kata tersebut terucap dari bibirnya seakan-akan ada yang menghalangi dan mengatakan, Jangan!!.             Malam tlah hampir setengahnya, dingin nya menjalar hingga ke tulang bersamaan dengan irama hujan yang terdengar monoton, Hujan awet menambah bekunya malam itu hingga para manusia seakan berlomba menarik selimut meringkuk untuk menghilangkan bekunya. Yup lomba tidur bolehlah mendapat penghargaan  karena merupakan kompetisi y...

Akhwat yang menanti

Oleh : Azimah Rahayu. “Dua puluh satu kali, Mbak?”  mataku membulat. Takjub. Aku merentangkan kesepuluh jari tangan sambil melihat ke bawah ke arah telapak kaki yang terbungkus sepatu. 21! Bahkan seluruh jemari tangan dan kakiku pun tak cukup buat menghitungnya. “Itu selama berapa tahun, Mbak?” Aku bertanya lebih lanjut. “Hhmm, kurang lebih tujuh tahun terakhir!” sambutnya gi, ringan saja. Tak tampak pada raut wajahnya yang sudah mulai dihiasi kerut halus kesan malu, tertekan taupun stress. Wajah itu damai. Wajah itu tenang. Tak menyembunyikan luka apalagi derita. “Mbak… ehmm, maaf, tidak patah arang… sekian kali gagal?” Takut takut aku kembali bertanya dengan nada irih. Khawatir menyinggung perasaannya. Dia hanya kembali tersenyum. Tapi kali ini lebih lebar. Sumringah. Dia mengibaskan tangan, sebagai jawaban bahwa dia tak trauma dengan masalah itu. “Kalau sedih, kecewa, terluka… pasti pernah lah ada saat-saat seperti itu. Trauma…. sebenarnya pernah juga. Ny...

HIJRAH

“Tuhan jika Kau masih beri aku kesempatan hidup izinkanlah aku bertemu malaikat baik hati yang mampu membawaku pergi jauh dari dunia kelam ini”. Ucapnya terbata dan meringis menahan sakit yang tak terkira yang menjalar disekujur tubuhnya sebelum jasadnya terbujur lemah di panti rehabilitasi karena overdosis. *** Terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang kaya raya justru tak membuatnya bahagia, sejatinya ia kehilangan kenyamanan dirumah sendiri. Sedangkan orang tuanya  hanya sibuk dengan materi, materi dan materi.             Seperti layangan putus yang terseok-seok di terbangkan angin, Jennifer tak  memiliki keinginan selain mencari kesenangan diri di luar sana tanpa arah dan panduan, sehingga ia terlahir menjadi pribadi yang liar dan penuh kebebabasan, I LOVE FREEDOM ungkapan yang senantiasa di lagukannya penuh kemenangan. Tanpa ia sadari kehidupan malamnya tlah menyeretnya semakin jauh dari korido...

INOK (Cerpen Islamiku yang pertama yang belum beruntung) ^_^

Bayangan itu masih berkelebat,   ketika wanita paruh baya itu menyeret laki-laki kecil dan dekil itu dengan paksa. ”Uku calak”, s ahut anak itu berteriak sambil mencoba melepaskan genggamannya. Namun anak itu tak berdaya melawan cengkraman tangan wanita kekar itu. “Ko coa nurut ngen inok nu, uku melipai ko be” Ujar wanita itu dengan beringas. Di tangan wanita itu terdapat mangkuk kosong yang sudah renyot dan kotor. Dengan paksa dia berikan mangkuk tersebut ke tangan anak itu dan menyeret nya hingga sampai di trotoar jalan. Anak tadi masih menangis sejadi-jadinya, namun wanita ini seolah tak punya perasaan dan tak peduli dengan tangisan anak yang begitu memilukan ini. Entah apa yang terjadi hingga membuat pelipis anak tadi terluka hingga mengucurkan darah segar. Si anak mencari sesuatu yang berada didekatnya untuk menghentikannya. Beberapa jam kemudian, “Minta sedekahnya pak, saya belum makan hari ini”. Dengan mata menghiba laki-laki kecil itu   berke...