Skip to main content

Posts

Disaat Suntuk

new picture ane, dilarang mengcopy dan mengatas namakan karya ini cz murni dari tangan ane sendiri disaat lagi suntuk, capek, dan stress.hahhaa

Pengalaman pertama jadi MC Artis

Assalamu’alaikum bloggy yang sholeh dan sholeha, apa aktifitas pagi menjelang siang ini? Liat jam Udah menunjukkan jam 11 siang, hmm udah pada sholat duha belum? And sudahkah kita mulai hari ini dengan tilawah meski beberapa lembar sahaja? Setidaknya jika kita mulai dengan ibadah insyaAllah hari-hari libur kita akan bermakna dan di berkahiNya. So, yang belum duha ayoo buruan kejar pahala sebelum matahari meninggi and buka mushafnya, jangan biarkan hari berlalu tanpa kesan cie ela.. Ada hal lucu plus konyol jika di ingat, mau tahu apa itu? Haha nyampe sekarang jika ingat rasanya ane mau jungkir balik aje sambil berdo’a “Ya Rabb bikin ane amnesia” tapi buat moment itu aja tuink* Ceritanya beberapa hari yang lalu temen satu tempat kerja nawarin ane “eh mau jadi MC kagak di tabligh akbarnya ustadz solmed di selenggarakan oleh toko Rabbani?” ane bengong aja ngeliat tu sms and belum bias memutuskan cz masih ragu, secara ane kan udah jarang-jarang tu ya jadi mc yang ada ngemsiin anak-anak ...

Display kelas VII Fatimah-

 display science and math area  small library, comfortable pillow -,- display language and religious area  my homy table (^_^)  this is fatimah classroom makhluk yang ada di kelas fatimah hihih lagi fose menang lomba kebersihan yeye -_-

Melanjutkan Jejak

Dalam kemasyghulan ku berdiri di batas penantian Menimang asa dalam biduk kesunyian Kelanaku menjejaki tapak-tapaknya Namun belum ku temui final Sepenggal kisah masa lalu nan segar di ingatan Ku kira itulah yang akan menjadi muaranya Melewati waktu hingga penantian membersamaiku Satu persatu keping-keping puzle mulai terkuak Namun keping bahagia itu justru muncul di rona wajah yang lain Belum saatnya ucapku menghibur hati.. dan kembali menapaki jejak demi jejak dihadapanku kali ini lebih yakin lagi ^^

Sepotong Hati

“ Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika dia pergi maka dia juga membawa sepotong hatimu” Kata-kata itu simpel tapi...cukup membuat hatiku gerimis. Hanya saja aku tak tahu bagaimana mengungkapkannya? Jangankan untuk dikatakan, mengingatnya saja aku kehilangan kosa kata. Lidahku kelu sekali untuk mengeja huruf demi huruf yang biasanya lantangkan aku ucapkan. Aku memang vokal untuk berkata-kata, sepertinya jiwa linguistic telah tertanam dalam jiwaku. Hanya saja ketika membaca itu, aku seakan bisu. aku merasa tak bertulang,  sendi dan engsel seolah lepas dari posisinya.  Hujan Lagi-lagi kau teman setiaku, hanya hujan yang mampu menghapus  bulir-bulir bening yang jatuh bersama milyaran air yang turun dari langit. Ku biarkan air itu terus mengguyur tubuhku yang ringkih. Sesekali aku juga ingin kembali menikmati masa kecil yang selalu bahagia bermain denga kecipak air. Hiburku! Sorotan aneh kutangkap dari berpasang-pasang mata yang menuju ke satu ara...

Damba Kasih (In-team)

Semakin jauh ku dari-Mu Semakin dekat pula Kau menghampiri daku Oh, Tuhan Yang Maha Pengasih Siapalah diriku di pandangan-Mu Semakin cuba ku dekati Semakin kuat pula Kau mendugai aku Oh, Tuhan Yang Maha Sempurna Kerdilnya diriku di hadapan-Mu  Bagaimanakah nantinya tika berhadapan dengan-Mu Sudikah Kau menerima hamba-Mu yang hina ini Ya Allah Kau Maha Pengampun Di bayangan mentari aku kealpaan Dusta dunia penuh kepura-puraan Di kala dini hari aku kepasrahan Mendamba jernih embun kasih sayang-Mu Oh Tuhan Andainya dihitung amalanku Belum pasti dapat ku hampiri gerbang syurga-Mu Oh Tuhan Yang Maha Pemurah Hindari diriku dari siksa-Mu… Oh Tuhan Kasih sayang-Mu Tuhan Itu yang ku dambakan Dengan rahmat-Mu ampunilah diriku..

PERJALANAN HIDUP KITA

Sob, dalam memulai paragraph kehidupan, kita memerlukan kesabaran dan ikhlas diberi sedikit sentuhan semangat yang membuat jiwa menjadi tegar dalam menghadapi betapapun berat ujianNya. Pengorbanan dimana kita harus merangkai huruf-huruf yang berserakan menjadi sebuah untaian kata yang syarat makna menelusuri keping-keping puzzle yang msih menjadi rahasiaNya. Terkadang kita sendiri begitu penasaran untuk mengetahui apa sesuangguhnya yang sedang IA persiapkan untuk diri kita? namun “Sabarlah, semua akan indah pada waktunya” ahh biarlah waktu yang menjawab semuanya. Saat ini cukuplah kita jalani saja nikmat hidup yang telah diberikan sang kholiq ini. Menebarkan kebaikan serta senyum termanis kepada dunia dan seisinya. Semua keluh dan susah yang   didapati dalam hidup ini biarkan diri kita saja yang tahu dan menyimpannya dalam qalbu yang tak bersuara.  TERKADANG kita menemukan spasi saat ujian demi ujian berdatangan, jiwa yang lelah dan membutuhkan jeda untuk be...