Skip to main content

Posts

Ukhuwah (Brotherhood)

Ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara” Aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan Tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman… Aku ingat pertemuan pertama kita, Ukhti sayang Dalam dua detik, dua detik saja Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra Dengan iman menyala, mereka telah mufakat Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum ber Jabat Ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara” Aku makin tahu persaudaraan tak perlu dirisaukan Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan terasa siksaan Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai.. Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita.. Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping.. Kubaca firman persaudaraan ...

sosok Emosional

Hujan Akhirnya aku kembali kedunia ini, dunia kata yang tak pernah luput dari jejak-jejak kehidupan yang akan menjadi sejarah, setidaknya sejarah untuk diriku sendiri. Saat otakku telah mengalami jeda yang cukup panjang untuk memikirkan dunia ini. Di saat aku hanya bisa menikmatinya dan tersenyum bangga karena pernah menggoreskan tinta di atas wall putih bersih ini. Biarlah kata-kata ini menjadi rangkaian yang menjadi kilas balik disaat aku butuh mendalami hikmah kehidupan diantara sederet episode yang DIA rencanakan disaat dulu aku mengadakan perjanjian dengan-Nya, saat ungkapan indah terlantun dari lisanku yang masih suci dari sekeping dosa : Alastubirobbikum? Qolu bala syahidna.. Hujan, Sudah lama rupanya aku rehat dari aktivitas ini, jujur saja aku rindu sekali. Disaat ku pandangi rumah kedua ku ini, akupun tertegun ah mungkin sudah banyak rentetan judul yang memenuhinya jika aku tetap komit, but aku harus sadar aku kurang profesional menekuni sesuatu..aha, yang satu i...

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Aku bahagia hidup di keluarga yang sederhana namun kasih sayangnya luar biasa Ayah yang bijak namun meledak ketika kami tidak sholat fardhu dan tidak ikut TPQ Namun bahagia dengan rinai air mata ketika kami berprestasi Ibu yang tak pernah lepas menemaniku hingga aku sebesar ini Kata ibu “jika kau belum menikah, kau masih tanggung jawab kami” Aku bahagia bisa menuntut ilmu Meski aku menuntut ilmu bukan ditempat favorit banyak orang Karena kata ALLOH “Aku ciptakan dan hamparkan langit dan bumi serta siang dan malam Supaya kita berpikir” Ya benar, hamparan kauniyahNya yang maha luas inilah sejatinya tempat kita mengambil pelajaran Aku bisa menuntut ilmu di kala orang tua telah pengsiun, disaat Masa kuatnya telah berangsur hilang Namun ayahku tak pernah letih Meski harus mencari tambahan dengan berprofesi sebagai “Ojek” Oh ayah, engkau memang luar biasa Meski diluar sana manusia tak tahu   kehebatanmu Aku bahagia...aku bahagia... Ternyata Baha...

SAHABAT SYURGA

Aku Rindu kepada mereka yang aku sebut dengan sahabat syurga Mereka yang ucapannya bernilai manfaat penuh nasihat, sungguh indah patut untuk di tauladani Kala mengingatnya ingat akan syurga, sejuk terlihat Tak mudah tuk ditemui sahabat syurga Sahabat yang mampu menegur dikala futur, mengingatkan kala terlupa Ajakanya hanya untuk mengingatNya bukan sekedar memberi bahagia tapi menjauh dariNya Sahabat syurga, yang jujur dalam tutur dan berakhlak kala bertindak Sahabat syurga, selalu siap mendengar curahan hati yang luka Memberi peluk hangat kebersamaan  Sahabat syurga, yang tak sungkan memberi ilmu karena tersadar indahnya berbagi kepada sesama Dan aku sungguh tlah mendapatkannya hanya saja jarak membentang membuat merinduinya Rindu akan sapa hangatnya dan kisah inspirasinya Dan AKU, semoga menjadi bagian dari sahabat syurga itu

Sejenak Mematungkan Diri

Diam… Hanya diam yang bisa kuungkapkan saat ini… entah kenapa aku bingung dengan apa yang kurasakan saat ini.. apakah bahagia ataukah berduka ataukah seperti apa yang harus kuungkapkan…?? yang jelas yang ingin kulakukan aku ingin bertemu dengan RABB ku dan bersimpuh dihadapan-NYA.. Ingin kualirkan air mata yang kutahan.. Ingin kuungkapkan kata-kata yang tersimpan.. Ya RABB.. beri hamba kekuatan… Semua yang terjadi adalah kehendak-MU.. Semuanya adalah rencana-MU.. Hanya ENGKAU yang tahu cita-cita yang terbaik untukku.. mungkin saat ini belum waktunya aku menggapai apa yang sudah kurencanakan… tapi.. disaat aku belajar merencanakan kehidupanku.. sering tersendat dengan kejadian kejadian yang tak kuduga.. dan ini terkadang membuatku “down” Duhai diri… katakanlah pada hatimu.. ALLAH Maha Tahu atas segala yang terbaik untuk hidupmu.. ALLAH yang menentukan rezki-MU.. disaat rencana-rencanamu tak terlaksana.. teruslah membuat rencana-rencana yang baru.. janganlah kau...

Mengenal-Mu

Tentu saja, mengenal Allah yang dimaksud adalah yang melahirkan rasa takut, tawakal, berharap, menggantungkan diri, dan tunduk hanya kepada-Nya. Pengenalan yang menyebabkan kita berupaya maksimal untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Sekaligus, mengantarkan jiwa kepada ketenangan, ketentraman dan kepercayaan diri yang tinggi karena tergantung kepada Allah swt. Bagaimana Mengenal-Nya?             Mengenal Allah ada empat cara yaitu mengenal wujud Allah, mengenal rububiyah Allah, mengenal uluhiyah Allah, dan mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ibnul Qoyyim mengatakan, “Allah mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al-Qur’an dengan dua cara, yaitu pertama, memperhatikan segala perbuatan Allah dan yang ke dua, melihat dan merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah, seperti dalam firman-Nya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (ta...